Berpikir Bunuh Diri? Mungkin Itu Karena Air Minum Anda!

16 Mei 2011

Oleh : Irfan Prasetya Yoga, S.Ked

http://ressay.files.wordpress.comMengherankan. Mungkin kata itu yang tersirat ketika membaca judul di atas. Bagaimana bisa air minum mempengaruhi seseorang untuk melakukan bunuh diri? Apa korelasinya?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry mengungkap fakta yang cukup menarik. Kandungan zat pada air di suatu wilayah ternyata berkorelasi terhadap angka kecenderungan masyarakat di wilayah tersebut untuk bunuh diri. Makin banyak zat tersebut, makin rendah kecenderungan masyarakat di daerah tersebut untuk melakukan bunuh diri. Apakah zat tersebut? Zat itu adalah; Lithium.

Lithium selama ini diketahui sering digunakan dalam bentuk garam karbonatnya sebagai obat antidepresan. Sifatnya yang tidak menimbulkan sedative, depresan, ataupun eufforian membedakannya terhadap preparat antidepresan lain. Diketahui selama ini lithium dapat digunakan sebanyak 450-900 mg perharinya. Namun, pengetahuan mengenai kandungan alaminya dalam air tanah sangat sedikit diketahui.

Nestor D. Kapusta, MD, seorang ahli psikiatri Austria bersama timnya meneliti 6460 sampel kadar Lithium dalam 99 distrik di negaranya untuk mengetahui korelasinya terhadap angka kejadian bunuh diri di wilayah tersebut. Analisis regresi multifariat dilakukan untuk menyesuaikan faktor sosioekonomi yang juga berpengaruh terhadap kejadian bunuh diri. Ini butuh dilakukan mengingat sebab dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bunuh diri sangat beragam. Hasilnya cukup signifikan. Masyarakat yang mengkonsumsi air tanah yang memiliki kandungan Lithium dalam air tanahnya memiliki angka bunuh diri yang rendah. Penelitian ini juga pernah dilakukan di jepang oleh Noboru Iwata, PhD, seorang klinisi psikologi Jepang, dimana hasilnya kadar Lithium berapapun dalam air minum memiliki andil dalam menurunkan angka kejadian bunuh diri selama tahun 2002-2006.

http://www.treehugger.comLithium dalam pengobatan memang diberikan dalam dosis yang disesuaikan untuk dapat memberikan efek antidepresan. Tetapi sangat sukar menjelaskan bagaimana mekanisme kandungan lithium yang begitu rendah dalam air minum mampu mencegah seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Mekanisme ini masih menjadi misteri. Diduga kuat lithium berapapun levelnya dalam air minum dapat meningkatkan faktor-faktor neurotropik, neuroprotektor, bahkan mungkin pula neurogenesis. Inilah yang diduga kuat dalam tempo yang lama dapat membuat Lithium memberi kontribusi positif pada konstitusi neuropsikiatri, sehingga mampu mencegah seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Kita ketahui beberapa daerah di Indonesia memiliki angka kejadian bunuh diri yang cukup tinggi. Mungkinkah kandungan Lithium di daerah tersebut juga rendah? Dan mungkinkah suplementasi Lithium pada minuman suatu saat nanti butuh dilakukan? Tentunya semua pertanyaan tersebut masih harus dikaji dengan penelitian lebih lanjut.

 

Daftar Pustaka:

Pengaruh Lithium Terhadap Angka Kejadian Bunuh Diri. http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2160630-pengaruh-lithium-dalam-air-minum/ (diunduh tanggal  15/5/2011 pukul 12.41 WIB)

More Lithium in Drinking Water Equals Lower Suicide Rate. http://www.medscape.com/viewarticle/742589?sssdmh=dm1.687417&src=nldne (diunduh  tanggal 7/5/2011 pukul 17.00 WIB)

Lithium in drinking water and suicide mortality http://bjp.rcpsych.org/cgi/content/short/198/5/346 (diunduh  tanggal 10/5/2011 pukul 19.00 WIB)

Lithium levels in drinking water and risk of suicide http://bjp.rcpsych.org/cgi/content/full/194/5/464?maxtoshow=&hits=10&RESULTFORMAT=&fulltext=lithium&searchid=1&FIRSTINDEX=0&resourcetype=HWCIT (diunduh  tanggal 11/5/2011 pukul 15.20 WIB)

Gambar 1. http://ressay.files.wordpress.com

Gambar 2. http://www.treehugger.com

2 Responses to “Berpikir Bunuh Diri? Mungkin Itu Karena Air Minum Anda!”

  1. davy14 on Mei 19th, 2011 20:20

    Selamat malam

    menurut saya, sebaiknya di lakukan dulu research tentang litihium itu terlebih dahulu, karena belum tentu juga lithium bisa menurunkan kemungkinan orang untuk membuhun diri. Jika sudah dilakukan research dan sudah di dapatkan hasilnya, baru lah kita terapkan, andaikan jika memang benar bahwa lithium tersebut bisa menurunkan tingkat bunuh diri seseorang, sebaiknya beberapa Rumah Sakit di dunia menyediakan persediaan lithium, tetapi jangan sampe lithium ini malah membuat addict (ketagihan), karena sesuatu yg berlebihan itu hasilnya akan tidak baik. Dan jika ternyata hasil dari research nya mengatakan bahwa lithium tersebut tidak memberikan effek terhadap angka bunuh diri suatu tempat, berarti bahwa asumsi lithium dapat menurunkan tingkat bunuh diri pada suatu tempat itu tidak benar. Kembali ke topik, jadi harus dilaksanakan research terlebih dahulu, agar semuanya dapat diklarifikasikan dan dapat dipercaya oleh para publik

    Terima Kasih
    davy14

  2. Kumpulan Info on Juli 25th, 2011 23:42

    Bunuh diri bisa juga disebabkan oleh susunan kimiawi otak. Otak kita memang unik. Susunan kimiawi otak bisa membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi problem. Kadar serotonin yang rendah khususnya di dalam otak, dapat membuat mood seseorang menjadi buruk, membuat tidak bahagia, mengurangi minat seseorang pada keberadaannya, dan berisiko menjadi depresi dan bunuh diri.

    Bunuh diri memang masalah yang memprihatinkan belakangan ini. Bunuh
    diri bukanlah jalan keluar terakhir. Semua problem berat bisa diatasi,
    dan banyak orang telah berhasil melakukannya. Kehidupan Anda sangat
    berharga termasuk bagi orang lain.

    Lihat artikel mengenai mengatasi keinginan untuk bunuh diri maupun mencegah seseorang bunuh diri di sini:

    http://kumpulan.info/keluarga/masalah-keluarga/75-masalah-keluarga/363-bunuh-diri-alasan-tanda-mencegah.html

Kirim Komentar