<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sibermedik</title>
	<atom:link href="http://sibermedik.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sibermedik.com</link>
	<description>Portal Biomedik - Informatika Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Apr 2012 06:53:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Simulasi CBT UKDI di RekanSejawat.com</title>
		<link>http://sibermedik.com/simulasi-cbt-ukdi-di-rekansejawat-com</link>
		<comments>http://sibermedik.com/simulasi-cbt-ukdi-di-rekansejawat-com#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 21:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1289</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia) merupakan ujian yang wajib dilalui para calon dokter yang sudah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik (Co-Assistensi/ DOkter Muda) sebagai syarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Dalam pelaksanaannya, UKDI telah&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia) merupakan ujian yang wajib dilalui para calon dokter yang sudah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik (Co-Assistensi/ DOkter Muda) sebagai syarat untuk mendapatkan STR (Surat Tanda Registrasi) dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Dalam pelaksanaannya, UKDI telah bertransformasi dari yang semula berupa PBT (Paper Based Test) menjadi CBT (Computer Based Test) dengan kata lain ujiannya sudah tidak lagi menggunakan kertas melainkan langsung mengerjakan didepan komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem CBT ini sudah dimulai pada periode UKDI XVII Agustus 2011. Pada periode ini tampak kenaikan jumlah retakers dengan angka kegagalan 41,44% dari seluruh peserta se-Indonesia. Banyak yang menduga selain tingkat kesukaran soal, penggunaan komputer sebagai media ujian menjadi penyebab meningkatnya angka kegagalan.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/nbl.jpg"><img class="size-medium wp-image-1291 aligncenter" title="nbl" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/nbl-300x268.jpg" alt="" width="300" height="268" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>HCI (Human Computer Interaction)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Interaksi manusia dan computer (HCI) adalah disiplin ilmu yang berhubungan  dengan perancangan, evaluasi, &amp; implementasi sistem komputer  interaktif untuk digunakan oleh manusia. Dalam berinteraksi dengan  komputer, para pemakai akan berhadapan dengan perangkat keras komputer.  Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat lunak,  pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan  ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Selanjutnya,  pemakai akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam  perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya,  misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon.</p>
<p style="text-align: justify;">Walau CBT sudah diperkenalkan beberapa periode TO (Try Out) UKDI kenyataannya tidak semua peserta UKDI mengikuti TO ini. Selain itu tidak semua Fakultas Kedokteran memiliki fasilitas CBT ini sehingga peserta kurang dapat berlatih membiasakan diri berinteraksi dengan sistem ujian berbasis komputer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>RekanSejawat.com Ber-Transformasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Proyek jejaring sosial kami, &#8220;RekanSejawat.com&#8221;, yang sudah berjalan hampir 6 bulan dengan 200 member mengalami serangan spam yang bertubi-tubi. Dengan berbagai pertimbangan termasuk keamanan data para member akhirnya kami hapus total untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan. Impian kami untuk memiliki jejaring sosial khusus untuk kalangan dokter tidak pupus sampai disini. Ide untuk membuat wahana e-Learning pun muncul setelah melihat angka kegagalan lulus UKDI diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengumpulkan informasi seperti apakah<em> interface</em> CBT UKDI dari para peserta periode XVII, kami melakukan rekayasa tampilan dan membuat simulasi nya sehingga tampak seperti berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/Slide6.jpg"><img class="size-medium wp-image-1293 aligncenter" title="Slide6" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/Slide6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kami harapkan para calon sejawat peserta UKDI dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai media belajar dan berlatih sesering mungkin agar tidak grogi saat UKDI sesungguhnya berlangsung selama 200 menit. Silahkan register <a href="http://www.rekansejawat.com">disini</a> lalu silahkan mencoba simulasi UKDI versi demo (5 soal/5menit) dan bisa di-upgrade ke versi premium.</p>
<p>Fasilitas yang bisa didapat dari versi Premium antara lain:</p>
<ol>
<li>Simulasi 25 soal/25 menit dengan variasi ratusan soal yang di-generate dari koleksi bank data kami.</li>
<li>Simulasi 10 soal per bagian SMF (Bedah, THT, dsb).</li>
<li>Latihan berkali-kali hingga mendekati UKDI (Tiap H-2 UKDI kami men-down-kan server agar peserta bisa menenangkan diri.</li>
<li>Dapat diakses kapanpun, dimanapun diseluruh Indonesia, 24 jam x 7. (Selama ada koneksi internet).</li>
<li>Member premium hanya kami batasi sebanyak 100 member. (Untuk menjaga kecepatan transfer data)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan untuk mendapatkan semua fasilitas tersebut anda cukup membayar sebesar Rp.25.000,-/30 hari untuk upgrade ke fitur premium. Cukup murah kan? Ayo buruan gabung ya! Semoga sukses &amp; Lulus UKDI-nya&#8230;. \^_^/*</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/Slide1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1296 aligncenter" title="Slide1" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/Slide1-300x225.jpg" alt="" width="414" height="311" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/simulasi-cbt-ukdi-di-rekansejawat-com/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Ilmu pengetahuan dan teknologi Kedokteran hanya dengan Jurnal Medika</title>
		<link>http://sibermedik.com/update-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-kedokteran-hanya-dengan-jurnal-medika</link>
		<comments>http://sibermedik.com/update-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-kedokteran-hanya-dengan-jurnal-medika#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 02:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dunia Kedokteran tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu dan  teknologi. Serasa sudah suatu tuntutan bagi setiap dokter dan paramedis  untuk mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Cepatnya  perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia kedokteran merupakan  efek semakin kompleksnya&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dunia Kedokteran tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu dan  teknologi. Serasa sudah suatu tuntutan bagi setiap dokter dan paramedis  untuk mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Cepatnya  perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia kedokteran merupakan  efek semakin kompleksnya ragam penyakit. Berbagai jenis penyakit baru  berawal dari gaya hidup dan kebiasaan manusia yang semakin maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemunculan  berbagai macam penyakit-penyakit baru justru akan menantang dunia  kedokteran untuk berkembang. Penelitian-penelitian dilakukan terhadap  masalah-masalah kesehatan terbaru. Beragam solusi masalah kesehatan dan  pengobatan penyakit sudah banyak dibahas dalam media, utamanya dunia  maya. Akan  tetapi, apakah semua publikasi ilmiah di dunia maya sempat diakses oleh  dokter dan paramedis?. Tentu saja tidak semuanya sempat, karena  kebanyakan dokter dan paramedis memiliki banyak jadwal praktik dan  pelatihan. Kesibukan bekerja akan mengurangi kesempatan dokter dan  paramedis untuk mengakses dunia maya, apalagi berselancar dan mengunduh  publikasi ilmiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak puluhan tahun lalu, media yang  mempermudah dokter dan paramedis untuk memperbaharui informasi  kedokteran adalah jurnal berkala. Meskipun terkesan klasik, media kertas  ini lebih fleksibel untuk disimak. Junal edisi cetak tidak membutuhkan  piranti lain untuk mengaksesnya. Sekalipun penyimpanannya bisa memakan  tempat yang luas, akan tetapi tidak perlu khawatir terserang virus  seperti ebook. Jurnal cetak juga mempercepat pembaca memahami isinya,  karena lebih banyak yang berbahasa indonesia. Meskipun, harus  mengeluarkan dana untuk mendapatkannya, tak seberapa banyak dibanding  informasi  kedokteran terbaru yang bisa diserap.<a href="http://2.bp.blogspot.com/_U4pLtz-GYAc/TNgJz_9EodI/AAAAAAAAAQg/UWwE4s5Gwww/s1600/medika+cover.jpg"></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai  media jurnal edisi cetak, MEDIKA sudah berbagi beragam pekembangan ilmu  dan teknologi kedokteran sejak 35 tahun yang lalu. Medika merupakan  Jurnal Kedokteran Indonesia, hasil karya antara Gabungan Perusahaan  Farmasi dengan PT Grafiti Medika Pers. MEDIKA berisikan jurnal-jurnal di  bidang kedokteran dan farmasi serta informasi mengenai produk obat-obat  terbaru. Setiap bulan, berbagai topik dari masing-misang bidang  kedokteran dibahas secara detail dan menarik. Dokter dan paramedis juga  diberi kesempatan saling bertukar informasi kedokteran melalui artikel  sumbangan yang  diseleksi oleh pihak redaksi. Kemunculan produk farmasi dan teknologi  terbaru juga diperkenalkan di beberapa bagian majalah ini. Semua  disajikan dalam bentuk artikel yang mudah diserap, tanpa meninggalkan  sisi ilmiahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">MEDIKA diterbitkan dalam bentuk edisi cetak,  setiap awal bulan. Lembaran kertas Lux yang cukup tebal sebanyak 72  halaman ini memuat Rubrik-rubrik yang selalu menarik dokter dan  paramedis untuk mempelajarinya. Rubrik yang diasuh oleh para staf  redaksi kehormatan dan konsulen senior kedokteran ini terdiri dari:</p>
<ul>
<li>Editorial ; Merupakan bahasan tentang paradigma dunia kesehatan yang sedang hangat dibicarakan.</li>
<li>Saripati  ; Merupakan abstrak hasil penelitian terbaru yang menarik dari berbagai  jurnal ilmiah kedokteran yang menjadi referensi.</li>
<li>Artikel penelitian ; Merupakan laporan hasil penelitian kesehatan dan kedokteran dasar.</li>
<li>Artikel konsep ; Merupakan tulisan Kajian Literatur yang komprehensif  dan ilmiah dari sebuah topik, dengan penekanan pada perkembangan dalam lima tahun terakhir.</li>
<li>Fokus  ; Uraian yang terfokus terhadap hal/masalah tertentu, seperti politik  kesehatan, kebijakan kesehatan,atau hal terkini tentang kesehatan.</li>
<li>Profil  ; Berita tentang tokoh kedokteran/kesehatan atau institusi kesehatan  yang  diberitakan karena adanya kejadian atau pun prestasi yang isimewa.</li>
<li>Kegiatan ; Reportase mengenai berbagai kegiatan, seminar, kongres, acara yang berkaitan dengan dunia kedokteran/kesehatan.</li>
<li>Studi  Kasus ; Laporan kasus yang menarik, yang mungkin ditemui dokter umum,  dengan kesulitan diagnosis, serta memberikan suatu pembelajaran.</li>
<li>Pengembangan profesi ; membahas masalah-masalah kesehatan yang ditemukan dalam praktek dokter secara interaktif.</li>
<li>Artikel Penyegar ; Tulisan kajian ringan dan ilmiah dari kasus yang paling muncul dalam praktik klinik.</li>
</ul>
<div>Tak perlu ragu dan berpikir  panjang, apakah MEDIKA layak atau tidak menjadi acuan utama bagi Dokter dan Paramedis untuk memperbaharui informasi. Berdasarkan Survei yang dilakukan Business Digest pada tahun 2004, MEDIKA merupakan :</div>
<ul>
<li><em>Top of mind media</em> informasi kedokteran.</li>
<li>Jurnal kedokteran yang mempunyai market share terbesar di Indonesia.</li>
<li>Jurnal kedokteran yang paling sering dibaca.</li>
<li>Jurnal kedokteran yang paling banyak menjadi sumber referensi merk obat.</li>
<li>Jurnal kedokteran yang paling banyak memuat penelitian baru dan aktual.</li>
<li>Jurnal kedokteran yang paling mudah dipahami.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">MEDIKA  dan majalah kedokteran lainnya memang tidak diperjualbelikan secara  umum layaknya buku. Pembaca dari kalangan dunia medis yang lebih  diutamakan untuk mempelajari, meskipun kalangan umum non medis tidak  disalahkan turut membaca. Oleh karena itu, <a href="http://facebook.com/jonadoctorspot" target="_blank">JONADOCTOR_SPOT/penyedia Majalah, Suplemen dan Alat medis</a> turut membantu mempermudah kalangan dokter dan paramedis untuk mendapatkan MEDIKA dan <a href="http://jonadoctor.blogspot.com/2010/07/get-variety-of-magazines-journals.html" target="_blank">beragam Majalah Kedokteran lainnya</a>.  Dengan prosedur yang sederhana, harga yang bersahabat, dan proses  distribusi yang cepat, membuat dokter serta paramedis merasa mudah  memperbaharui informasi dunia kedokteran. Untuk Informasi lebih lengkap,  ISWAN DARU ( 085647306435, <a href="mailto:c22hx@yahoo.com" target="_blank">c22hx@yahoo.com</a>) sebagai admin <a href="http://www.facebook.com/groups/163633806987088/" target="_blank">JONADOCTOR_SPOT/penyedia majalah, suplemen, dan Alat medi</a>s akan senantiasa membantu setiap saat.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/medika-cover.jpg"><img class="size-medium wp-image-1286 aligncenter" title="medika cover" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2012/04/medika-cover-216x300.jpg" alt="" width="216" height="300" /></a></p>
<p>Referensi :</p>
<ol>
<li>Medical Progress. 2011. &#8220;Continuing Medical  Education for Clinician&#8221;. PEER-REVIEWED CME FOR ASIAN CLINICIANS. <a href="http://medicalprogress.com/" target="_blank">http://medicalprogress.com</a></li>
<li>MEDIKA. 2012. &#8220;Dari Redaksi Medika&#8221;. Jurnal Kedokteran Indonesia.No. 04, Tahun XXXVIII, April 2012. Hal : 2-4</li>
<li>MEDIKA. 2010. &#8220;Profil&#8221;. Jurnal Kedokteran Indonesia.No. 11, Tahun XXXVI, Nopember 2010. Hal : 1</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/update-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-kedokteran-hanya-dengan-jurnal-medika/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal ACLS 2012 (Januari &#8211; April)</title>
		<link>http://sibermedik.com/jadwal-acls-2012-januari-april</link>
		<comments>http://sibermedik.com/jadwal-acls-2012-januari-april#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 06:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1273</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/11/acls.jpg"><img class="size-medium wp-image-1274" title="acls" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/11/acls-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Pelatihan ACLS ( <em>Advanced Cardiac Life Support</em> )</span></p>
<div>Pelatihan ACLS diselenggarakan atas kerjasama dengan PERKI JAYA.</div>
<div><strong><em>Waktu * :</em></strong></div>
<div>Periode I         13-15 Januari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong></div>
<p>Periode II         20-22 Januari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong><br />
Periode III        27-29 Januari&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/11/acls.jpg"><img class="size-medium wp-image-1274" title="acls" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/11/acls-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Pelatihan ACLS ( <em>Advanced Cardiac Life Support</em> )</span></p>
<div>Pelatihan ACLS diselenggarakan atas kerjasama dengan PERKI JAYA.</div>
<div><strong><em>Waktu * :</em></strong></div>
<div>Periode I         13-15 Januari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong></div>
<p>Periode II         20-22 Januari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong><br />
Periode III        27-29 Januari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong><br />
Periode IV       10-12 Februari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong><br />
Periode V        17-19 Februari 2012 <strong><em>(Fully Booked)</em></strong><em><br />
</em>Periode VI        9-11 Maret 2012<br />
Periode VII       16 &#8211; 18 Maret 2012<br />
Periode VIII      30 Maret &#8211; 1 April 2012</p>
<p>Fasilitas :</p>
<div>
* Pelatihan ACLS PERKI selama 3 hari</div>
<div>* Buku panduan ACLS PERKI ( 1 buah ) &amp; BCLS PERKI versi bahasa Indonesia &#8221; New&#8221;</div>
<div>* Sertifikat ACLS PERKI ( Akreditasi 12 SKP dari IDI )masa berlaku 3 tahun</div>
<div>* Konsumsi ( 1x Lunch + 2x Coffee break )/ hari</div>
<div>Lokasi : PERKI HOUSE</div>
<div>Jl.Danau Toba No.139 A–C, Bendungan Hilir Jakarta Pusat</div>
<div>Biaya : Rp. 2.500.000 / Peserta</div>
<div>Info &amp; Registrasi :</div>
<div>Pendaftaran via SMS</div>
<div>Ketik ACLS#Periode#Nama Lengkap#No.Handphone</div>
<div>Kirim ke 0817 0825 883</div>
<div>Contoh :</div>
<div>ACLS#1-3 April 2011#Danar Kusumawardhani#08170825883</div>
<div>Kirim ke 0817 0825 883</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/jadwal-acls-2012-januari-april/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal ACLS Oktober-Desember 2011</title>
		<link>http://sibermedik.com/jadwal-acls-oktober-desember-2011</link>
		<comments>http://sibermedik.com/jadwal-acls-oktober-desember-2011#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 06:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[<p>Periode III 28 – 30 Oktober 2011</p>
<p>Periode IV 11 – 13 November 2011</p>
<p>Periode V 18 – 20 November 2011</p>
<p>Periode VI 2 – 4 Desember 2011</p>
<p>Periode VII 9 – 11 Desember 2011<br />
Periode VIII 16 –&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Periode III 28 – 30 Oktober 2011</p>
<p>Periode IV 11 – 13 November 2011</p>
<p>Periode V 18 – 20 November 2011</p>
<p>Periode VI 2 – 4 Desember 2011</p>
<p>Periode VII 9 – 11 Desember 2011<br />
Periode VIII 16 – 18 Desember 2011</p>
<p>Tempat : PERKI HOUSE Jl. Danau Toba No.139 A-C, Bendungan HIlir,<br />
Jakarta Pusat<br />
Fasilitas :<br />
• Pelatihan ACLS PERKI selama 3 hari (Hari Jumat – Minggu).<br />
• Buku Panduan ACLS PERKI (1 Buah) versi bahasa Indonesia “ NEW “<br />
• Sertifikat ACLS PERKI (Akreditasi 12 SKP dari ID).<br />
Masa Berlaku Sertifikat 3 tahun.<br />
• Konsumsi (1x Lunch + 2x Coffee Break) / hari.<br />
Biaya * : Rp. 2.500.000 / Peserta</p>
<p>Pendaftaran via SMS :<br />
Ketik ACLS # Tgl Pelatihan # Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883<br />
Contoh : ACLS # 7 – 9 Oktober 2011 # Mia Afiyani # 08170825883</p>
<p>Info dan Registrasi, dpt m’hub 0817 0825 883</p>
<p>Email : <a href="mailto:seminarkedokteran@gmail.com">seminarkedokteran@gmail.com</a><br />
Facebook : <a href="mailto:seminarkedokteran03@gmail.com">seminarkedokteran03@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/jadwal-acls-oktober-desember-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas Dokter, Sebuah buku : “ Jalan Jihad Sang Dokter”</title>
		<link>http://sibermedik.com/napak-tilas-dokter-sebuah-buku-%e2%80%9c-jalan-jihad-sang-dokter%e2%80%9d</link>
		<comments>http://sibermedik.com/napak-tilas-dokter-sebuah-buku-%e2%80%9c-jalan-jihad-sang-dokter%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 02:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1267</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">oleh : Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter, adalah sebuah profesi kemanusiaan. Tidak sembarang profesi yang hanya mementingkan untung rugi, tetapi juga merupakan sebuah profesi yang sanggup mengorbankan kepentingan pribadi demi kesehatan dan keselamatan orang lain. Bahkan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">oleh : Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter, adalah sebuah profesi kemanusiaan. Tidak sembarang profesi yang hanya mementingkan untung rugi, tetapi juga merupakan sebuah profesi yang sanggup mengorbankan kepentingan pribadi demi kesehatan dan keselamatan orang lain. Bahkan kadangkala mereka rela mengorbankan dan mengabaikan keselamatan mereka sendiri untuk keselamatan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam buku, <strong>Jalan Jihad  Sang Dokter </strong>yang ditulis oleh <strong>dr. Joserizal Jurnalis</strong> berkolaborasi dengan <strong>Rita Budiarti</strong> ini akan disajikan berbagai kisah, bagaimana perjuangan dokter-dokter yang tergabung dalam tim MER-C rela mengenyampingkan keselamatan mereka dalam peperangan di daerah konflik, seperti Maluku, bahkan di Gaza, Palestina demi menolong manusia yang meregang nyawa.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/10/44310.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1268" title="44310" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/10/44310.jpg" alt="" width="112" height="164" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Yah, di saat orang berlarian tunggang langgang menyelamatkan diri dari marabahaya, para tim medis yang tergabung dalam Tim MER-C malah menuju daerah konflik tersebut untuk membantu penduduk yang membutuhkan bantuan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa kemanusiaan dan kewajiban akan sumpah yang telah diucapkan mengalahkan semua kekhawatiran akan peluru-peluru nyasar, deru-deru mesiu, ledakan bom dan tembakan tank-tank di tengah medan peperangan. Berteman kepasrahan dan jihad demi sebuah kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca buku ini seakan-akan masuk ke dalam sebuah peperangan, menghentakkan semua adrenalin dan sistem simpatis kita, ketakutan, kekhawatiran yang muncul dan kelegaan yang luar biasa jika mampu orang yang kita tolong selamat. Menyadari bahwa hidup bukanlah hanya sekedar untuk mencari senang, tetapi hidup yang sebenarnya adalah yang mampu berguna untuk orang di sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam buku ini tidak hanya disajikan histeria di medan peperangan yang menorehkan duka lara,  tetapi juga disajikan berbagai kisah mengenai kasih sayang, pengabdian , dan solidaritas demi sebuah kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukanlah suatu hal yang berlebihan, jika buku ini direkomendasikan untuk khalayak umum,  bukan untuk menunjukkan dan menampakkan segala kebaikan yang telah kita lakukan. Tetapi dari buku ini banyak diambil saripati kehidupan, bahwa hidup memang sebuah perjuangan, pilihan, yang membutuhkan sebuah keberaninan. Dan lebih dari itu, hidup yang sebenarnya adalah hidup yang bermanfaat untuk orang di sekeliling kita.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/napak-tilas-dokter-sebuah-buku-%e2%80%9c-jalan-jihad-sang-dokter%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Layar Seorang Dokter, Sebuah buku : Ko-ass, The Adventure</title>
		<link>http://sibermedik.com/di-balik-layar-seorang-dokter-sebuah-buku-ko-ass-the-adventure</link>
		<comments>http://sibermedik.com/di-balik-layar-seorang-dokter-sebuah-buku-ko-ass-the-adventure#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 12:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1263</guid>
		<description><![CDATA[<p>oleh : Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p>&#160;</p>
<p>“ <em>Cita-cita ku nanti, kalo gedhe ingin jadi dokter…</em>”</p>
<p>Hmm..bahkan boneka anak kecil bernama Susan itu mengidolakan sebuah profesi bernama “ dokter”. Dokter, dokter, dan dokter. Sebenarnya siapa dan apakah dokter itu? Selama&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ <em>Cita-cita ku nanti, kalo gedhe ingin jadi dokter…</em>”</p>
<p>Hmm..bahkan boneka anak kecil bernama Susan itu mengidolakan sebuah profesi bernama “ dokter”. Dokter, dokter, dan dokter. Sebenarnya siapa dan apakah dokter itu? Selama ini  dokter dianggap sebagai sebuah profesi yang mempunyai gengsi tinggi, baik  bagi para mertua ataupun calon mahasiswa, hingga tak ayal fakultas kedokteran menjadi incaran para anak muda lulusan SMA, saling berlomba-lomba meskipun <em>passing grade </em>nya tertinggi dari yang lainnya.</p>
<p>Seringkali masyarakat awam memandang profesi dokter sebagai sebuah profesi yang menyenangkan karena berlimpah uang, terhormat, dan berpangkat. Memang hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak ada salahnya mereka menilik kembali, peluh yang terjatuh dan usaha dengan separuh nyawa untuk menggapai profesi yang bernama &#8220;dokter&#8221; itu.</p>
<p>Ko-ass merupakan sebuah jenjang profesi yang harus dilalui setelah seorang mahasiswa S1 lulus dari fakultas kedokteran sebelum mencapai gelar sebagai seorang dokter. Di sinilah bermula semua cerita, dari segala suka duka, tawa, hal yang tak terduga, cinta, semua bercampur menjadi satu dalam kisah penuh haru.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/cover-depan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1264" title="cover-depan" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/cover-depan-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" /></a>dr. Aulia Rachman dan dr. Fauzan Muttaqien menuangkan pengalaman perkoasan mereka ke dalam sebuah buku yang berjudul “ Ko-ass, The Adventure”. Buku ini membahas lengkap mengenai dunia perkoasan, segala hal di balik layar seorang dokter ketika masih menjalani dunia perkoasan, mulai dari jaga malam, nasi rantangan, menghadapi pasien dan dokter senior yang dikemas dengan bahasa yang asyik dan renyah sehingga tidak membosankan.</p>
<p>Buku ini sangat direkomendasikan untuk  dibaca para calon koas dan  para koas karena di dalamnya terdapat trik-trik jitu untuk sukses melewati dunia perkoasan, ataupun dibaca oleh para dokter yang ingin bernostalgia dengan masa perkoasannya. Buku ini juga direkomendasikan untuk masyarakat umum yang ingin mengetahui segala seluk beluk dan di balik layar seorang dokter. Karena setiap goresan tinta di dalamnya, akan membuat Anda tertawa dan tidak menyangka kehidupan seorang calon dokter senyatanya.</p>
<p>Tunggu apa lagi? Daripada penasaran kronis yang dapat menyebabkan gangguan tidur dan konsentrasi dalam kehidupan sehari-hari. Segera pesan buku ini. Pemesanan dapat menghubungi  : 085651223607.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/di-balik-layar-seorang-dokter-sebuah-buku-ko-ass-the-adventure/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ADHD : “Tak Selamanya Anak yang Aktif Itu Normal”</title>
		<link>http://sibermedik.com/adhd-%e2%80%9ctak-selamanya-anak-yang-aktif-itu-normal%e2%80%9d</link>
		<comments>http://sibermedik.com/adhd-%e2%80%9ctak-selamanya-anak-yang-aktif-itu-normal%e2%80%9d#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 11:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1257</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh : Ama Maulida, S.Ked</p>
<p>Namanya Doni. Umurnya sekitar 4 tahun. Seperti bocah-bocah lainnya, Doni suka sekali bermain. Bedanya, doni tampak lebih aktif, lebih lincah, dan lebih banyak polah dibanding anak-anak lain yang sebaya dengannya. Awalnya, orang tua Doni mengira&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ama Maulida, S.Ked</p>
<p>Namanya Doni. Umurnya sekitar 4 tahun. Seperti bocah-bocah lainnya, Doni suka sekali bermain. Bedanya, doni tampak lebih aktif, lebih lincah, dan lebih banyak polah dibanding anak-anak lain yang sebaya dengannya. Awalnya, orang tua Doni mengira tingkah laku anaknya ini wajar karena yang namanya anak kecil pasti bertingkah macam-macam. Tapi, lama-lama mereka merasa ada yang beda dengan sikap Doni. Doni sangat aktif, bahkan cenderung hiperaktif, ia selalu bergerak kesana kemari sampai membuat orang tuanya malu kalau mengajak Doni ke tempat-tempat umum.  Belum lagi kalau Doni belajar di playgroup. Guru doni sampai pusing bagaimana mengatasi polah anak satu itu. Setiap kali diminta untuk belajar memasang balok-balok warna, atau belajar menulis, atau belajar bernyanyi, atau belajar berhitung, Doni tidak pernah tuntas mengerjakannya. Doni cenderung mudah teralihkan perhatiannya pada suatu hal baru yang menarik perhatiannya. Guru Doni sampai bingung bagaimana membuat Doni memusatkan konsentrasi. Oleh orang tuanya, Doni di bawa ke klinik psikiatri anak, dan ternyata psikiater mendiagnosis bocah berusia 4 tahun itu menderita salah satu gangguan jiwa pada anak yang disebut dengan ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder / Gangguan Pemusatan Perhatian-Hiperaktivitas). Menurut DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder-IV), pada ADHD terdapat suatu pola yang menetap tentang kurangnya perhatian dan atau hiperaktivitas, yang lebih sering dan lebih berat bila dibandingkan dengan anak lain pada taraf perkembangan yang sama. Onset dari ADHD biasanya muncul pada usia 3-4 tahun dan umumnya baru terdiagnosis pada usia 7-10 tahun atau saat anak menempuh pendidikan sekolah dasar.  Dalam buku sinopsis psikiatri Kaplan dan Sadock, disebutkan bahwa ADHD memiliki tiga variasi gejala klinik yang khas yaitu gangguan memusatkan perhatian / inatensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas.  Inatensi dalam ADHD memiliki arti bahwa anak dengan ADHD tidak mampu  memusatkan dan mempertahankan perhatian saat diberi tugas tertentu, ketidakmampuan mengingat hal-hal baru, ketidakmampuan menjalankan atau mengikuti suatu instruksi, dan ketidakmampuan melawan gangguan ketika menjalankan aktivitas tertentu.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/adhd-dalam-thinkstock.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1260" title="adhd-dalam-thinkstock" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/adhd-dalam-thinkstock.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Karena ketidakmampuan memusatkan perhatian inilah anak dengan ADHD biasanya memiliki prestasi yang lebih rendah di kelas. Sebetulnya bukan karena mereka tidak pintar, tetapi hal itu lebih disebabkan karena mereka tidak mampu memperhatikan pelajaran sampai tuntas seperti teman-teman mereka pada umumnya.  Hiperaktivitas dalam ADHD tidak selalu ditunjukkan dengan anak yang naik-turun tangga atau berlari kian kemari. Perilaku gelisah dan tidak bisa diam seperti menggerak-gerakkan anggota badan tanpa tujuan, kaki digoyang-goyang, tangan memilin-milin ujung kertas atau pensil bisa jadi salah satu gejala hiperaktivitas dalam bentuk lain.  Sedangkan impulsivitas dalam ADHD ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk berfikir sebelum berbicara atau bertindak. Di dalam kelas, anak dengan gangguan ini mugkin berteriak, mengatakan sesuatu, atau mengangkat tangan terlebih dahulu, bahkan menyela sang guru ketika sedang mengerjakan tugas dengan murid yang lain. Tindakan impulsif ini juga bisa berupa tindakan yang menganggu, mendorong, atau menelepon orang lain. Anak dengan gangguan ini jika menginginkan sesuatu, mereka dapat saja merebutnya, tanpa memperhatikan apakah sikap itu salah atau benar.  Dalam buku Apa dan Bagaimana Hiperkinetik pada Anak yang ditulis oleh dr. Anisa Renang Yulianti, MSc, SpKJ, ada dua faktor besar yang menjadi penyebab kelainan ADHD pada anak. Yang pertama adalah faktor psikososial, meliputi pendidikan ibu yang rendah, kemiskinan, anak yang tidak diharapkan, pola asuh yang buruk, anak-anak yang lahir di luar nikah, semua itu menjadi faktor pendukung timbulnya ADHD pada anak. Sedangkan faktor kedua adala faktor neurobiologi yang terbagi lagi menjadi tiga penyebab besar yaitu lingkungan (baik saat kehamilan, saat persalinan, maupun setelah lahir), genetik (diduga ADHD yang terjadi pada anak laki-laki disebabkan oleh kelebihan gen kromosom Y menjadi XYY), dan yang terakhir adalah neurokimia, yaitu ditemukannya reseptor dopamin D4 (DRD4) yang melimpah pada globus palidus dan pada gaba-ergik interneuron di korteks prefrontalis. Namun, penelitian untuk mencari neurotransmitter spesifik yang menyebabkan ADHD masih terus dilakukan hingga detik ini.  Ada dua penatalaksanaan utama untuk kasus ADHD, yaitu farmakoterapi dan terapi kognitif-perilaku.</p>
<p>Untuk farmakoterapi, yang biasa digunakan pada ADHD adalah pemberian preparat Methylphenidate yang berperan dalam memblokade proses re-uptake dopamin melalui ikatannya dengan dopamine transporter (DAT) di striatum. Dosis awal pemberian Methylphenidate ini adalah 2,5-5 mg/hari dan ditingkatkan pada hari ke-5 sampai ke-7 sambil terus dievaluasi perkembangan perilakunya. Jika sudah efektif, maka dosis tersebut dipertahankan. Untuk terapi kognitif-perilaku pada ADHD bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak ADHD dan melatihnya untuk bisa menyelesaikan suatu masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi : Kaplan &amp; Sadock. 2002. Synopsis of Pschiatry 8th-ed. Baltimore : William &amp; Wilkins. Pp : 1193-2000. Yulianti, A.R., 2011. Apa dan Bagaimana Gangguan Hiperkinetik. Yogyakarta : Jejak Kata kita. http://netsains.com/2010/01/cara-cepat-membedakan-adhd-dan-autisme/</p>
<p>http://images.detik.com/content/2011/07/10/764/adhd-dalam-thinkstock.jpg</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/adhd-%e2%80%9ctak-selamanya-anak-yang-aktif-itu-normal%e2%80%9d/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daun Pisang, Mencegah Kematian Karena Luka Bakar</title>
		<link>http://sibermedik.com/daun-pisang-mencegah-kematian-karena-luka-bakar</link>
		<comments>http://sibermedik.com/daun-pisang-mencegah-kematian-karena-luka-bakar#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 09:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1249</guid>
		<description><![CDATA[<p>oleh: Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p>Luka bakar boleh jadi tidak masuk ke dalam 3 tertinggi penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Namun, luka bakar yang luas sering berakibat fatal. Banyak penderita korban kebakaran atau terkena sengatan listrik telah meregang&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Rani Tiyas Budiyanti, S.Ked</p>
<p>Luka bakar boleh jadi tidak masuk ke dalam 3 tertinggi penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Namun, luka bakar yang luas sering berakibat fatal. Banyak penderita korban kebakaran atau terkena sengatan listrik telah meregang nyawa ketika mereka tiba di rumah sakit.<br />
Hal utama yang dilakukan dalam menangani luka bakar yang luas adalah koreksi cairan tubuh dan pencegahan terhadap infeksi. Seseorang yang mengalami luka bakar luas, cenderung lari kesana kemari untuk mencari bantuan. Hal ini akan menyebabkan tubuhnya terkena angin dan evaporasi cairan tubuh semakin besar, keadaan ini akan berakhir dengan dehidrasi. Oleh karena itu, jika ada saudara, teman, ataupun keluarga yang mengalami luka bakar luas karena kebakaran misalnya ada baiknya anda sarankan untuk diam di tempat (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll) agar api segera padam.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/P9181802.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1250" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/P9181802-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Ketika membawa orang yang terkena luka bakar, jangan biarkan mereka dalam keadaan yang terbuka. Kita bisa menggunakan selimut basah untuk menyelimutinya, atau menurut dr. Moerbono M, sp.KK dapat menggunakan daun pisang yang dibersihkan terlebih dahulu. Menurut Madhori A.Gore dan Deepika Akolekar pada jurnalnya yang berjudul ” Evaluation off Banana Leaf Dressing for Partical Thickness Burn Wounds” daun pisang mempunyai berbagai keunggulan dalam penggunaannya pada luka bakar. Daun pisang dapat mengurangi penguapan cairan karena terdapat lapisan lilin. Daun ini juga menimbulkan sensasi dingin pada kulit tubuh, tidak melekat pada luka, dan mempunyai permukaan yang luas sehingga dapat melingkupi semua bagian tubuh. Pada penelitian yang dilakukan oleh Evi Rohmatun yang berjudul ”Sifat Fisis dan Efek Salep Ekstrak Daun Pisang Muda (Musa Paradisiaca, Linn) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung Kelinci” ekstrak daun pisang muda membantu penyembuhan luka bakar dengan hasil yang cukup signifikan.<br />
Oleh karena itu jika mendapati korban luka bakar seperti kebakaran. Suruhlan sang korban berhenti (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll). Selanjutnya selimuti tubuhnya dengan daun pisang yang telah dibersihkan dengan NaCL ataupun alkohol dan segera larikanlah ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan koreksi cairan serta pencegahan terhadap infeksi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<p>Gore MA, Akolekar D. Evaluation of Banana Leaf Dressing for Partial Thickness Burn Wounds. 2003. <em>Pubmed.gov</em></p>
<p><em><a href="http://healthmad.com/conditions-and-diseases/banana-leaf-prevent-death-due-to-burn-injury/">http://healthmad.com/conditions-and-diseases/banana-leaf-prevent-death-due-to-burn-injury/</a></em></p>
<p>http://toko-indonesia.org/images/P9181802.JPG</p>
<p>Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/daun-pisang-mencegah-kematian-karena-luka-bakar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Minum Air Es, Selamatkan Perut dari Kebuncitan</title>
		<link>http://sibermedik.com/hindari-minum-air-es-selamatkan-perut-dari-kebuncitan</link>
		<comments>http://sibermedik.com/hindari-minum-air-es-selamatkan-perut-dari-kebuncitan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 08:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1245</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebagian besar dari kita mungkin akan memilih es sebagai minuman pilihan setiap kali makan Memang rasanya  sungguh nikmat dan menyegarkan, menyantap sepiring pecel dan segelas es the. Namun, kebiasaan ini jika sering dilakukan akan menyebabkan bentuk tubuh kita berubah, dengan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian besar dari kita mungkin akan memilih es sebagai minuman pilihan setiap kali makan Memang rasanya  sungguh nikmat dan menyegarkan, menyantap sepiring pecel dan segelas es the. Namun, kebiasaan ini jika sering dilakukan akan menyebabkan bentuk tubuh kita berubah, dengan adanya lingkar pinggang yang bertambah? Mengapa? Karena perut kita dapat menjadi semakin buncit karenanya.</p>
<p>\Menurut dr R Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, pada dasarnya setiap orang bisa saja meinum air minum seperti airk kemasan, teh, kolak, air kelapa muda, <em>soft drink </em>dan lainnya dengan menambahkan es batu. Akan tetapi akan terjadi kerja ekstra pada tubuh untuk akan lebih ekstra dibandingkan jika yang masuk adalah minuman hangat, hal ini dikarenakan tubuh harus memodifikasi sedemikian rupa sehingga makanan yang masuk mempunyai suhu yang hampir sama dengan suhu tubuh.</p>
<p>Proses penghangatan air minum ini sepenuhnya dilakukan oleh saluran pencernaan yang lain terutama lambung yang terdapat dalam rongga perut. Selain itu, bantalan lemak pada perut kita pun berperan besar terhadap proses penghangatan ini. Sehingga jika anda sering meminum air dingin atau es, maka tubuh kita pun akan mengimbanginya dengan mempertebal bantalan lemak pada perut kita ini agar proses penghangatan berjalan maksimal. Sehingga timbunan lemak di perut kita akan semakin meningkat. Dan parahnya, peningkatan lemak pada perut dapat menyebabkan terjadinya obesitas sentral dan memacu terjadinya berbagai penyakit degeneratif.</p>
<p><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/62982_perut_buncit.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1246" title="Overweight Man's Stomach" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/09/62982_perut_buncit-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Meminum minuman dingin juga dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Berbagai sistem organ saluran cerna akan mencoba menyesuaikan dengan asupan teresbut, misalnya saraf-saraf di sekitar mulut, tenggorokan, sampai perut bagian atas akan terangsang secara mendadak. Selaput lendir di sekitarnya ikut pula terangsang (mengerut) walau sangat sedikit. Enzim dan cairan lambung akan bereaksi dengan cepat terhadap suhu dingin tersebut.</p>
<p>Kita dapat juga merasakan jika  hawa sedang sangat panas, badan kita pun akan terasa panas dan berkeringat. Jika minum air dengan es batu, perut akan terasa keram atau kejang. Meminum es akan mengubah irama atau tata cara kerja alat di dalam tubuh, terutama perut. Akibat tidak langsung reaksi tersebut adalah timbulnya sedikit gas dalam perut yang bisa membuat perut menjadi kembung.</p>
<p>Hal tersebut berbeda dengan orang yang telah terbiasa meminum minuman dingin sejak kecil. Adaptasi tubuh terhadap asupan tersebut akan lebih familiar sehingga tubuh lebih dapat menerima asupan tersebut tanpa harus menimbulkan ketidaknyamanan.</p>
<p>Pada prinsipnya, orang akan lebih sehat apabila segala sesuatu yang dimakan atau diminum mendekati suhu tubuh. Dengan demikian, seluruh sistem pencernaan kita tidak terlalu repot untuk menyesuaikan dengan suhu makanan yang masuk. Jadi jika ingin sehat, konsumsilah makanan dan minuman hangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<p>http://gustavtersenyum.files.wordpress.com/2010/07/62982_perut_buncit.jpg</p>
<p>http://wong168.wordpress.com/2011/07/20/fakta-dan-mitos-minum-air-dingin-es/</p>
<p>Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid IEdisi IV. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/hindari-minum-air-es-selamatkan-perut-dari-kebuncitan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Biarkan Jamur Mulai Menjamur</title>
		<link>http://sibermedik.com/jangan-biarkan-jamur-mulai-menjamur</link>
		<comments>http://sibermedik.com/jangan-biarkan-jamur-mulai-menjamur#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 08:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sibermedik</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sibermedik.com/?p=1235</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh : Rani Tyas, S.Ked</p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/06/ringworm-s3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1238" title="ringworm-s3" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/06/ringworm-s3-300x200.jpg" alt="http://www.dermapics.com/" width="300" height="200" /></a>Siang berteman mentari yang begitu teriknya. Begitu juga suasana di poli kulit kelamin. Tak ada satupun AC, hanya semilir angin dari sela-sela jendela yang sedikit menyejukkan suasana. Bapak tua yang duduk di</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">ruang tunggu</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"> masih belum</span></span>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Oleh : Rani Tyas, S.Ked</p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"><a href="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/06/ringworm-s3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1238" title="ringworm-s3" src="http://sibermedik.com/wp-content/uploads/2011/06/ringworm-s3-300x200.jpg" alt="http://www.dermapics.com/" width="300" height="200" /></a>Siang berteman mentari yang begitu teriknya. Begitu juga suasana di poli kulit kelamin. Tak ada satupun AC, hanya semilir angin dari sela-sela jendela yang sedikit menyejukkan suasana. Bapak tua yang duduk di</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">ruang tunggu</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"> masih belum bisa diam. Tangannya masih saja menggaruk-garuk bagian lehernya yang kemerahan. Semakin keras digaruk, semakin nikmat terasa , begitu katanya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Sebut saja </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Pak </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">K, dia</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"> mengeluhkan gatal sejak 1 minggu yang lalu di bagian lehernya terutama saat berkeringat dan semakin lama semakin meluas. Sudah diobati tetapi tidak sembuh dan malah semakin bertambah. </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Sambil m</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">engernyitkan dahi, ketika </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">di</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">tanya apa obat yang </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">di</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">gunakan dia menyodorkan sebuah salep Deksametason. Katanya salep itu diberikan oleh petugas apotik untuknya. Orang-orang yang belajar per-kulit-an mengatakannya sebagai plak eritem dengan batas tegas dan tepi meninggi. </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Bentuk </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">khasnya </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">berupa </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">”</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"><em>central healing</em></span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">” dimana gambaran ini khas untuk penyakit jamur.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Untuk memastikannya bahwa yang diderita Pak K adalah penyakit jamur, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah kerokan dan diperiksa dengan larutan KOH. </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Dari pemeriksaan tersebut </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">tegaklah diagnosanya. Dan segeralah diobati dengan obat topical/salep anti jamur golongan –azol sebagai pilihannya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Memandang kondisi di atas memang cukup memprihatinkan, di mana ketika salah diagnosa dapat mengakibatkan penyakit yang muncul bukannya sembuh, tetapi malah bertambah parah. </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Pengetahuan masyarakat dan masuknya informasi menjadikan masyarakat lebih percaya diri mengobati diri sendiri. Sayangnya, tidak semua informasi yang diterima adalah informasi yang benar.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Dari kasus di atas misalnya, apoteker memberikan obat gatal kepada Pak K dengan golongan kortikosteroid. Memang, kortikosteroid merupakan salah satu ”obat dewa” yang banyak digunakan untuk mengobati gatal ataupun penyakit kulit lainnya.  Akan tetapi, pada kasus ini kortikosteroid tidak dianjurkan, dikarenakan steroid adalah makanan bagi jamur, sehingga bukannya mati. Sang jamur malah akan tumbuh dengan senang hati.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Ditambah</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;"> lagi dengan peran media elektronik yang hampir selalu bertentangan dengan dunia kesehatan. Bagaiamana tidak, sebagian besar media menayangkan hidup sehat dengan trend antiseptik, termasuk penggunaan sabun antiseptik di dalamnya. Mereka menggencarkan bahwa dengan menggunakan sabun tersebut, sistem imun masyarakat akan meningkat dan tidak mudah sakit. Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya, Penggunaan sabun antiseptik yang terus menerus akan menyebabkan bakteri normal di tubuh akan mati. Padahal bakteri ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Jika bakteri banyak yang mati, maka jumlah jamur yang berkompetisi dengan bakteri akan meningkat dan mudah menyebabkan seseorang menjadi terkena jamur. Apalagi didukung dengan keadaan udara di Indonesia yang lembab, dan iklim tropisnya membuat masyarakat menjadi mudah berkeringat. Hal tersebut akan semakin meningkatkan faktor resiko terjadinya penyakit jamur atau pada istilah kedokterannya sering disebut dengan golongan tinea. Jika mengenai badan seperti kasus di atas, maka disebut dengan tinea corporis.</span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Hal ini bukan berarti kita tidak boleh memakai sabun antiseptik sama sekali, tetapi ada baiknya tidak menggunakannya setiap hari, begitu juga halnya dengan sabun sirih untuk daerah kewanitaan ataupun sabun antiseptik lainnya. </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Sampai saat ini, b</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">elum ada tindak lanjut dari pemerintah untuk menyelaraskan antara bidang periklanan dengan kesehatan. Media komunikasi yang berfungsi sebagai lini pertama pengetahuan bagi masyarakat luas masih perlu diawasi penggunaannya. Agar nantinya masyarakat bukan hanya sebagai korban iklan saja, tetapi juga mampu meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. </span></span></p>
<p><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">Jadi, d</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">iharapkan masyarakat lebih selektif dalam menerima informasi yang ada. Ada baiknya dilakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada ahli yang sesuai bidangnya. Hal ini dimaksudkan agar kasus seperti di atas tidak terulang kembali. Hingga nantinya, </span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">j</span></span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"><span style="font-size: small;">amur tidak semakin menjamur.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sibermedik.com/jangan-biarkan-jamur-mulai-menjamur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

