Hindari Minum Air Es, Selamatkan Perut dari Kebuncitan
12 September 2011
Sebagian besar dari kita mungkin akan memilih es sebagai minuman pilihan setiap kali makan Memang rasanya sungguh nikmat dan menyegarkan, menyantap sepiring pecel dan segelas es the. Namun, kebiasaan ini jika sering dilakukan akan menyebabkan bentuk tubuh kita berubah, dengan adanya lingkar pinggang yang bertambah? Mengapa? Karena perut kita dapat menjadi semakin buncit karenanya.
\Menurut dr R Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, pada dasarnya setiap orang bisa saja meinum air minum seperti airk kemasan, teh, kolak, air kelapa muda, soft drink dan lainnya dengan menambahkan es batu. Akan tetapi akan terjadi kerja ekstra pada tubuh untuk akan lebih ekstra dibandingkan jika yang masuk adalah minuman hangat, hal ini dikarenakan tubuh harus memodifikasi sedemikian rupa sehingga makanan yang masuk mempunyai suhu yang hampir sama dengan suhu tubuh.
Proses penghangatan air minum ini sepenuhnya dilakukan oleh saluran pencernaan yang lain terutama lambung yang terdapat dalam rongga perut. Selain itu, bantalan lemak pada perut kita pun berperan besar terhadap proses penghangatan ini. Sehingga jika anda sering meminum air dingin atau es, maka tubuh kita pun akan mengimbanginya dengan mempertebal bantalan lemak pada perut kita ini agar proses penghangatan berjalan maksimal. Sehingga timbunan lemak di perut kita akan semakin meningkat. Dan parahnya, peningkatan lemak pada perut dapat menyebabkan terjadinya obesitas sentral dan memacu terjadinya berbagai penyakit degeneratif.
Meminum minuman dingin juga dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Berbagai sistem organ saluran cerna akan mencoba menyesuaikan dengan asupan teresbut, misalnya saraf-saraf di sekitar mulut, tenggorokan, sampai perut bagian atas akan terangsang secara mendadak. Selaput lendir di sekitarnya ikut pula terangsang (mengerut) walau sangat sedikit. Enzim dan cairan lambung akan bereaksi dengan cepat terhadap suhu dingin tersebut.
Kita dapat juga merasakan jika hawa sedang sangat panas, badan kita pun akan terasa panas dan berkeringat. Jika minum air dengan es batu, perut akan terasa keram atau kejang. Meminum es akan mengubah irama atau tata cara kerja alat di dalam tubuh, terutama perut. Akibat tidak langsung reaksi tersebut adalah timbulnya sedikit gas dalam perut yang bisa membuat perut menjadi kembung.
Hal tersebut berbeda dengan orang yang telah terbiasa meminum minuman dingin sejak kecil. Adaptasi tubuh terhadap asupan tersebut akan lebih familiar sehingga tubuh lebih dapat menerima asupan tersebut tanpa harus menimbulkan ketidaknyamanan.
Pada prinsipnya, orang akan lebih sehat apabila segala sesuatu yang dimakan atau diminum mendekati suhu tubuh. Dengan demikian, seluruh sistem pencernaan kita tidak terlalu repot untuk menyesuaikan dengan suhu makanan yang masuk. Jadi jika ingin sehat, konsumsilah makanan dan minuman hangat.
Referensi:
http://gustavtersenyum.files.wordpress.com/2010/07/62982_perut_buncit.jpg
http://wong168.wordpress.com/2011/07/20/fakta-dan-mitos-minum-air-dingin-es/
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid IEdisi IV. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI
Kirim Komentar


